Kamis, 21 April 2011

10 Obat Ini Paling Banyak Diresepkan

by:
Tren penggunaan obat generik di Amerika Serikat ternyata terus berlanjut. Laporan terbaru yang dirilis IMS Institute for Healthcare Informatics tentang penggunaan obat-obatan di AS selama kurun waktu 2010 menunjukkan, sebagian besar obat-obat yang diresepkan di Negeri Paman Sam tersebut adalah obat dari jenis generik.
Melanjutkan tren dalam beberapa tahun terakhir, IMS menemukan bahwa 78%  dari sekitar 4 miliar resep yang dituliskan oleh dokter di AS sepanjang 2010 adalah obat-obat generik (baik yang tidak bermerek maupun yang dijual dengan menggunakan merek). Angka ini naik 4 % dibandingkan tahun 2009, sekaligus membuat market share obat generik terus mengalami peningkatan dalam kurun lima tahun terakhir.
Berikut adalah 10 obat yang paling banyak diresepkan (diurutkan berdasar peringkat tertinggi) :
1. Hydrocodone (dikombinasi dengan acetaminophen) -- 131.2 juta resep
2. Obat penurun kolesterol generik merek Zocor (simvastatin), -- 94.1 juta resep
3. Lisinopril (termasuk yang dijual dengan merek Prinivil dan Zestril), obat penurun tekanan darah -- 87.4 juta resep
4. Hormon tiroid sintetis generik merek Synthroid (levothyroxine sodium),  -- 70.5  juta resep
5. Obat penurun tensi/angina generik merek Norvasc (amlodipine besylate),  -- 57.2 juta resep
6. Obat antasida generik merek Prilosec (omeprazole),  -- 53.4 juta resep (belum termasuk penjualan secara bebas/otc)     7. Obat antibiotik Azithromycin (termasuk yang dijual dengan merek Z-Pak dan Zithromax),  -- 52.6 juta resep. Outbound Training  Malang
8. Antibiotik Amoxicillin (dengan berbagai macam merek), -- 52.3 juta resep
9. Obat diabetes generik Glucophage (metformin),  -- 48.3 juta resep
10. Obat penurun tensi Hydrochlorothiazide (dengan beragam merek), -- 47.8 juta resep.
  10 Obat dengan nilai penjualan tertinggi
Memang bukan hal yang mengejutkan kalau obat-obat generik bukanlah sumber pendapatan tertinggi bagi para produsen obat. Buktinya, meskipun obat generik paling banyak diresepkan, tetapi obat yang sudah lepas masa patennya ini tidak mencatat nilai penjualan tertinggi.
Obat-obat yang paling banyak menghabiskan biaya bagi pasien adalah obat-obat paten yang masih terbilang baru dan masih mendapat perlidungan dari  kompetisi obat generik.
IMS melaporkan, bahwa rakyat Amerika menghabiskan sekurangnya 307 miliar dollar AS untuk menebus resep obat pada 2010. Angka ini naik 2,3 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 300 miliar dollar AS.
Inilah 10 nama obat yang paling banyak menguras kantong pasien di AS : Outbound Training 
1. Lipitor, obat penurun kolestrol -- $7.2 miliar
2. Nexium, obat antasida -- $6.3 miliar
3. Plavix, obat pengencer darah -- $6.1 miliar
4. Advair Diskus, inhaler untuk asma-- $4.7 miliar
5. Abilify, obat antipsikotik  -- $4.6 miliar
6. Seroquel, obat antipsikotik  -- $4.4 miliar
7. Singulair, obat oral untuk asma -- $4.1 miliar
8. Crestor, obat penurun kolesterol -- $3.8 miliar
9. Actos, obat diabetes  -- $3.5 miliar
10. Epogen, obat anemia yang disuntikan -- $3.3 miliar. Rafting Kasembon

Senin, 11 April 2011

Outbound di malang Informasi mengenai potensi gempa 8.9 SR yang dapat diikuti tsunami di sepanjang zona patahan Sumatra telah dirilis para ahli gempa Indonesia. Informasi tersebut hendaknya ditindaklanjuti dengan berbagai upaya mitigasi bencana. Salah satunya dengan melepaskan jenis hewan tertentu yang memiliki kepekaan terhadap perubahan alam, sebagai natural early warning system.

"Setelah bertemu Dr. Danny Hilman dan teman-teman ahli gempa plus tsunami serta para pelaku kebudayaan, kami mengajak institusi-institusi pemerintah untuk mengkaji kemungkinan melepaskan satwa satwa seperti gajah di sekitar Kota Padang, sebagai alat peringatan dini yang alami," kata Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Basroni Kiran, seperti rilis yang dikeluarkan Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana, Senin (11/04/2011). Outboung Training Malang

Menurut Basroni, keberadaan natural early warning system ini dapat menjadi pelengkap dari berbagai upaya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, seperti membangun shelter mini untuk evakuasi, jalur-jalur evakuasi, peralatan GPS, pemantauan pergerakan batu koral, dan pelatihan bagi anak2 sekolah.‎​

"Apabila gajah dilepaskan di kota Padang dan beberapa daerah di pantai barat Sumatera, tentu tidak di pemukiman padat penduduk,. Juga harus dipastikan bahwa gajah tersebut tidak sampai mengganggu dan meresahkan aktifitas warga. Karena itu, tiap gajah harus didampingi pawang yang cukup," lanjut Basroni.

Menurut penelitian para ahli, beberapa hewan lebih peka terhadap kondisi alam yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. National Geographic  juga melaporkan bahwa banyak spesies yang mampu menyelamatkan diri sebelum terjadinya gempa dan tsunami di Asia tahun 2004. Gajah berlari ke tempat yang lebih tinggi, anjing tidak mau ke luar rumah, dan burung bangau meninggalkan daerah tempatnya berkembang biak. Outbound Malang                                           

Pemerintah Korea Utara juga dilaporkan menggunakan gajah untuk mendeteksi potensi bencana, pasca gempa dan tsunami Jepang, beberapa minggu lalu. Outbound Training                      

"Upaya mitigasi bencana dengan memanfaatkan potensi yang sudah disediakan alam seperti aneka flora & fauna, patut kita galakkan. Cara ini dimungkinkan karena kita masih punya banyak gajah Sumatera, dan juga akan membuat kita lebih siap menghadapi ancaman bencana," tegasnya. Rafting Kasembon